Rabu, 12 Agustus 2026 Berita Terkini & Terpercaya
Visual CornerVisual Corner
Visual Corner - Your source for the latest articles and insights
Beranda Banjar Express Evaluasi Struktur Dan Aktivitas Koperasi Merah Put...
Banjar Express

Evaluasi Struktur Dan Aktivitas Koperasi Merah Putih Pasca Pembentukan Oleh Kantor Komunikasi Kepresidenan

Koperasi Merah Putih Basirih Belum Berkembang Maksimal, Deputi Kepresidenan Soroti Dilema Klasik “Ayam dan Telur”…

Evaluasi Struktur Dan Aktivitas Koperasi Merah Putih Pasca Pembentukan Oleh Kantor Komunikasi Kepresidenan

Koperasi Merah Putih Basirih Belum Berkembang Maksimal, Deputi Kepresidenan Soroti Dilema Klasik “Ayam dan Telur”

Banjar Express Muhammad Isra Ramli, Deputi Bidang Materi Komunikasi dan Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan RI, baru-baru ini melakukan kunjungan langsung untuk meninjau kondisi Koperasi Merah Putih (KMP) yang terletak di Kelurahan Basirih, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau perkembangan koperasi pasca-pembentukannya, sekaligus evaluasi struktur kepengurusan dan berbagai aktivitas perekonomian yang telah dijalankan.

Evaluasi Struktur Dan Aktivitas Koperasi Merah Putih Pasca Pembentukan Oleh Kantor Komunikasi Kepresidenan
Evaluasi Struktur Dan Aktivitas Koperasi Merah Putih Pasca Pembentukan Oleh Kantor Komunikasi Kepresidenan

Baca Juga : Sekolah Rakyat Dan Ketahanan Pangan Jadi Bahasan Utama Pemko-Kemenkominfo

Namun, dari pantauan di lapangan, Isra mengungkapkan sebuah fakta yang cukup mengkhawatirkan: geliat ekonomi di Koperasi Basirih ini belum berjalan secara masif atau optimal. Aktivitas koperasi masih terhitung sangat minim dan belum mampu memberdayakan potensi ekonomi yang ada di sekitarnya.

Menunggu Modal vs. Bukti Kinerja: Sebuah Dilema Klasik

Lantas, apa yang menjadi akar permasalahannya? Menurut Isra, para pengurus koperasi saat ini masih berada dalam posisi “menunggu”. Mereka mengharapkan suntikan dukungan permodalan dari pemerintah sebagai modal awal untuk bisa bergerak lebih lincah.

“Di sisi lain, koperasi juga belum optimal dalam merekrut anggota baru,” tambah Isra dalam pernyataannya pada Jumat (17/10/2025).

Kondisi ini kemudian disebutnya sebagai sebuah “dilema klasik ayam dan telur”. Di satu sisi, koperasi merasa perlu memiliki modal dulu sebelum bisa menjalankan aktivitas ekonomi yang nyata. Sementara di sisi lain, justru aktivitas ekonomi dan pembuktian kinerja itulah yang seringkali menjadi syarat agar sebuah koperasi layak mendapatkan bantuan modal dari pemerintah. Tanpa adanya kegiatan yang tampak, sulit untuk meyakinkan pemberi dana tentang kelayakan koperasi tersebut.

Potensi Besar yang Belum Tergarap

Yang ironis, potensi untuk berkembang sebenarnya sangat besar. Isra menyoroti bahwa Kelurahan Basirih memiliki basis keanggotaan potensial yang bisa mencapai 15.000 orang. Angka yang fantastis ini bisa menjadi pondasi yang sangat kuat bagi kemandirian koperasi jika dapat dioptimalkan.

“Namun sejauh ini, baru ada 10 sampai 15 orang pengurus yang aktif di Koperasi Basirih,” jelasnya.

Dengan jumlah pengurus aktif yang terbatas dan keanggotaan yang belum meluas, kekuatan kolektif koperasi pun menjadi tidak maksimal. Padahal, filosofi dasar koperasi adalah mengumpulkan kekuatan dari banyak orang.

Arahan Strategis untuk Membangkitkan Gairah Koperasi

Menghadapi kondisi ini, Isra tidak hanya berhenti pada diagnosis masalah, tetapi juga memberikan sejumlah arahan strategis. Poin utamanya adalah perluasan keanggotaan secara agresif.

“Kami sudah berikan arahan untuk menambah keanggotaan. Karena kekuatan koperasi itu sesungguhnya terletak pada anggotanya,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas bagi para pengurus dan calon anggota. Selama masa “penantian” ini, waktu seharusnya tidak disia-siakan. Pengurus dan anggota perlu dibekali dengan pelatihan yang membangun pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan manajemen koperasi yang baik.

“Waktu yang ada sebaiknya diisi dengan kegiatan pelatihan dan pembinaan, agar koperasi ini nantinya bisa lebih aktif dan produktif ketika modal dan anggota sudah bertambah,” pungkas Isra.

Sebagai bentuk tindak lanjut, hasil pemantauan dan evaluasi dari kunjungan ini akan disampaikan kepada Kementerian Koperasi dan UKM. Harapannya, langkah konkret dari pemerintah pusat dapat segera menyusul untuk memecahkan kebuntuan yang dihadapi Koperasi Merah Putih Basirih, sehingga harapan untuk memberdayakan perekonomian masyarakat setempat dapat segera terwujud.

Tags: Banjar Express Koperasi Merah Putih potensi ekonomi