BANJAR – Personel TNI dari jajaran Kodim setempat hampir menuntaskan proyek bedah fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) bagi masyarakat di wilayah Banjar. Hingga saat ini, progres pembangunan fisik di lapangan telah menyentuh angka 98 persen dan hanya menyisakan tahap penyelesaian akhir (finishing). Oleh karena itu, pihak TNI optimis dapat menyerahkan fasilitas sanitasi yang layak ini kepada warga dalam waktu dekat guna meningkatkan standar kesehatan lingkungan di pemukiman tersebut.
Pihak kepanitiaan melaporkan bahwa pengerjaan proyek berjalan sangat cepat berkat kolaborasi erat antara prajurit dan warga setempat. Hasilnya, bangunan yang semula tidak layak kini berubah menjadi sarana sanitasi modern yang memenuhi standar kesehatan nasional.
Sinergi TNI dan Rakyat dalam Pembangunan
Komandan Kodim menekankan bahwa program bedah MCK merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membantu percepatan pembangunan daerah. Selain itu, petugas memastikan setiap material bangunan memiliki kualitas terbaik agar fasilitas ini dapat bertahan lama dan mudah perawatannya. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu lagi khawatir mengenai akses air bersih dan sanitasi yang selama ini menjadi kendala utama di wilayah mereka.
Baca Juga:https:Ombudsman Kalsel Rilis Opini 2025 Dinsos Banjar

Tim lapangan kini sedang fokus melakukan pengecatan serta pemasangan instalasi air tahap akhir sebelum acara peresmian berlangsung. Oleh sebab itu, koordinasi dengan pemerintah desa menjadi kunci utama agar pengelolaan fasilitas umum ini berjalan lancar setelah TNI menyerahterimakannya. Langkah proaktif ini membuktikan bahwa kehadiran TNI memberikan solusi nyata bagi kebutuhan dasar masyarakat di daerah pelosok.
“Kami ingin warga Banjar memiliki gaya hidup yang lebih sehat melalui penyediaan sarana MCK yang bersih dan representatif. Sebab, sanitasi yang baik adalah fondasi awal untuk menciptakan keluarga yang kuat dan bebas dari berbagai ancaman penyakit,” ujar perwakilan jajaran TNI di Banjar.
Harapan bagi Kualitas Hidup Masyarakat
Pada akhirnya, selesainya proyek bedah MCK ini akan menurunkan risiko penularan penyakit berbasis lingkungan secara signifikan di Desa Banjar. Hasilnya, produktivitas warga diharapkan meningkat karena mereka tidak lagi terganggu oleh masalah kesehatan akibat sanitasi yang buruk. Pada akhirnya, keberhasilan program ini akan menjadi percontohan bagi proyek infrastruktur sosial lainnya di wilayah Jawa Barat.
TNI mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat fasilitas yang telah terbangun dengan penuh rasa tanggung jawab. Sebab, kepedulian warga dalam memelihara kebersihan MCK merupakan bentuk apresiasi tertinggi terhadap kerja keras para prajurit yang telah mengabdi di lapangan.