Aksi kekerasan jalanan kembali meresahkan warga setelah sekelompok geng motor membacok seorang pengemudi (driver) ojek online di kawasan Stasiun Kota Banjar. Insiden berdarah ini terjadi secara mendadak saat korban sedang menunggu penumpang di pangkalan sekitar area stasiun. Bahkan, para pelaku yang berjumlah lebih dari empat orang tersebut langsung melarikan diri setelah melukai korban menggunakan senjata tajam.
Kejadian tragis ini memicu gelombang kemarahan dari komunitas driver online yang ada di wilayah Priangan Timur. Oleh karena itu, rekan-rekan korban segera berkumpul di lokasi kejadian guna memberikan dukungan serta membantu proses evakuasi. Korban kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat akibat luka sabetan yang cukup serius pada bagian tangan dan punggung.
Kronologi Serangan Geng Motor
Berdasarkan keterangan saksi mata, para pelaku datang dengan menggeber knalpot bising dan langsung melakukan provokasi terhadap orang-orang di sekitar stasiun. Selain itu, tanpa alasan yang jelas, salah satu dari mereka turun dari motor dan mengayunkan parang ke arah korban. Sebab, situasi saat itu sedang sepi sehingga pelaku dengan leluasa melancarkan aksinya sebelum warga sempat memberikan pertolongan.
Akibatnya, korban jatuh tersungkur dan bersimbah darah di lokasi kejadian sementara warga hanya bisa melihat dari kejauhan karena merasa takut. Namun, beberapa warga yang berani segera menghubungi pihak kepolisian tak lama setelah para pelaku menghilang di kegelapan malam. Selanjutnya, tim Inafis Polres Banjar langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari bukti-bukti penting.
Pengejaran Pelaku oleh Satreskrim
Pihak kepolisian kini tengah mendalami rekaman CCTV yang terpasang
Baca juga:Prakiraan Cuaca Kota Banjar Hari Ini, Kamis 5 Februari 2026
di sekitar pintu masuk Stasiun Kota Banjar. Bahkan, identitas beberapa anggota geng motor tersebut sudah mulai terdeteksi berkat keterangan dari sejumlah saksi kunci yang melihat kejadian. Oleh sebab itu, pengejaran dilakukan secara masif hingga ke wilayah perbatasan guna menutup ruang gerak para pelaku.
“Kami tidak akan memberikan toleransi bagi aksi premanisme yang meresahkan masyarakat. Oleh karena itu, kami pasti akan menangkap pelaku dalam waktu singkat,” tegas Kasat Reskrim Polres Banjar.
Selanjutnya, polisi mengimbau kepada seluruh anggota geng motor yang terlibat untuk segera menyerahkan diri secara baik-baik. Dengan demikian, proses hukum dapat berjalan lebih cepat dan stabilitas keamanan di Kota Banjar dapat kembali kondusif seperti sedia kala.
Kewaspadaan bagi Pengguna Jalan
Tragedi ini menjadi pengingat bagi para pekerja jalanan untuk selalu waspada saat bertugas pada malam hari di tempat-tempat sepi. Sebab, aksi kejahatan jalanan sering kali mengincar individu yang sedang sendirian di area yang minim pencahayaan. Oleh karena itu, patroli keamanan dari pihak berwajib harus semakin gencar menyisir titik-titik rawan tindak kekerasan di Kota Banjar.
Berikut adalah beberapa poin penting terkait insiden ini:
-
Luka Serius: Korban mengalami luka robek yang cukup dalam dan memerlukan tindakan operasi segera.
-
Solidaritas Ojol: Komunitas pengemudi online menuntut polisi segera menangkap pelaku dalam waktu 1×24 jam.
-
Pengamanan Stasiun: Pihak berwenang berencana memperketat penjagaan di sekitar stasiun guna mencegah kejadian serupa.
Meskipun demikian, masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak melakukan aksi main hakim sendiri jika menemukan orang yang mencurigakan. Sebagai penutup, kekerasan geng motor ini merupakan luka bagi kedamaian Kota Banjar yang selama ini dikenal aman. Dengan demikian, kerja sama antara warga dan kepolisian menjadi kunci utama dalam memberantas aksi brutal geng motor hingga ke akar-akarnya.



