Banjar — Dengan mengucapkan sumpah janji di bawah nama Tuhan, lima pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Banjar resmi dilantik untuk masa jabatan 2025–2030. Prosesi penuh khidmat ini berlangsung pada Rabu (7/8/2025) di Aula Setda Kota Banjar, dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Banjar, para tokoh agama, Forkopimda, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah.
Sumpah jabatan yang dimulai dengan ucapan “Demi Allah” menjadi simbol komitmen kuat dan kesungguhan para pimpinan baru Baznas untuk menjalankan amanah sesuai dengan prinsip syariah, integritas tinggi, serta profesionalitas dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di wilayah Kota Banjar.
Wali Kota Berpesan: Jaga Kepercayaan Umat
Dalam sambutannya, Wali Kota Banjar menegaskan bahwa jabatan pimpinan Baznas bukan sekadar posisi struktural, tetapi amanah keumatan yang sangat besar. Ia berharap para pimpinan terpilih dapat menjaga kepercayaan masyarakat serta menyalurkan dana zakat secara transparan dan tepat sasaran.
“Ketika saudara mengucap sumpah dengan menyebut nama Allah, itu artinya saudara mengikatkan diri pada tanggung jawab yang bukan hanya administratif, tapi juga spiritual. Laksanakan tugas ini dengan hati, niatkan sebagai ibadah,” ujarnya.
Profil Pimpinan Terpilih
Kelima pimpinan Baznas yang dilantik merupakan hasil seleksi ketat dan rekomendasi dari Baznas RI. Mereka berasal dari latar belakang berbeda, seperti akademisi, tokoh agama, profesional keuangan, dan aktivis sosial. Kombinasi ini diharapkan mampu menguatkan sinergi antara pengelolaan zakat secara syar’i dan pendekatan manajerial yang modern.
Mereka akan mengemban tugas besar selama lima tahun ke depan untuk mengoptimalisasi potensi zakat di Kota Banjar, serta memastikan distribusinya mampu menurunkan angka kemiskinan dan memberdayakan mustahik secara berkelanjutan.

Baca juga: Pelaku Usaha Diimbau Tidak Memutar Musik, PHRI Kota Banjar: Kecuali Mau Bayar Royalti ke LMKN
Baznas Dorong Transformasi Digital dan Program Pro-Umat
Dalam periode baru ini, Baznas Kota Banjar juga menargetkan sejumlah terobosan, seperti:
-
Digitalisasi pengumpulan zakat, melalui kanal pembayaran online dan QRIS.
-
Program pemberdayaan ekonomi umat, seperti pelatihan usaha kecil dan bantuan modal.
-
Sinergi dengan Pemkot dan OPD dalam pendataan masyarakat kurang mampu agar penyaluran lebih tepat sasaran.
-
Penguatan literasi zakat melalui edukasi di sekolah, masjid, dan ruang publik.
Ketua Baznas terpilih menyampaikan, mereka akan bekerja dengan prinsip akuntabilitas dan terbuka terhadap audit serta pengawasan publik.
“Kami sadar, tanggung jawab ini berat. Tapi dengan dukungan masyarakat, Pemkot, dan tim yang solid, insyaallah Baznas Banjar akan lebih maju, profesional, dan dirasakan manfaatnya oleh umat,” ujarnya.
Penutup: Zakat Sebagai Instrumen Keadilan Sosial
Pelantikan ini sekaligus menjadi momentum untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa zakat bukan hanya kewajiban individual, melainkan juga instrumen keadilan sosial. Ketika zakat dikelola secara baik oleh lembaga resmi seperti Baznas, maka manfaatnya akan lebih luas, terukur, dan mampu mempercepat pengentasan kemiskinan.
Wali Kota mengajak seluruh umat Islam di Kota Banjar untuk menunaikan zakat melalui Baznas sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan keimanan.
“Mari kita dukung Baznas sebagai lembaga terpercaya untuk membangun kesejahteraan bersama. Zakat Anda, harapan mereka.”



