BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

Pemprov Kalsel Siapkan Pemakaman bagi Korban Jatuhnya Helikopter di Tanah Bumbu

Tragedi Helikopter Kalsel: Gubernur Tawarkan Bantuan Pemakaman, Seluruh Korban Telah Ditemukan

Banjar Express- Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, secara resmi menyampaikan rencana pemakaman bagi para korban tragis jatuhnya helikopter BK117-D3 Eastindo Air di Kabupaten Tanah Bumbu. Dalam konferensi pers yang digelar di RS Bhayangkara Banjarmasin, Gubernur menyatakan kesiapan penuh Pemerintah Provinsi Pemprov Kalsel untuk memberikan dukungan dan memfasilitasi proses pemakaman jika keluarga berkenan menguburkan jenazah di wilayahnya.

Pemprov Kalsel Siapkan Pemakaman bagi Korban Jatuhnya Helikopter di Tanah Bumbu
Pemprov Kalsel Siapkan Pemakaman bagi Korban Jatuhnya Helikopter di Tanah Bumbu

Baca Juga : Gerbong Sampah Menutupi Wibawa DPRD Jabar

Klik Disini

Dengan penuh rasa belasungkawa, Muhidin menjelaskan bahwa pihaknya telah mengkomunikasikan hal tersebut kepada keluarga korban. Namun, berdasarkan keinginan keluarga, jenazah akan dipulangkan ke kampung halaman masing-masing untuk dimakamkan di sana.

Kami telah menyampaikan tawaran kepada keluarga yang berduka, apakah berkenan jika pemakaman dilakukan di sini, di Kalimantan Selatan

Namun, berdasarkan keinginan dan keputusan keluarga, jenazah akan dibawa pulang. Setelah proses identifikasi selesai sepenuhnya, jenazah akan segera dipulangkan, ujar Muhidin dengan wajah penuh khidmat.

Lebih lanjut, Gubernur mendeskripsikan kondisi memilukan dari para korban yang ditemukan oleh tim SAR. Dari total delapan orang yang berada dalam helikopter, lima di antaranya ditemukan dalam kondisi jasad yang masih utuh dan dapat dikenali. Sayangnya, tiga korban lainnya mengalami kondisi yang sangat parah sehingga menyulitkan proses identifikasi.

“Lima korban dalam kondisi yang masih memungkinkan untuk dikenali. Sementara tiga korban lainnya, akibat dampak keras dari benturan dan kebakaran, sudah sangat sulit untuk diidentifikasi atau bahkan telah menjadi abu. Terdapat juga satu penumpang yang sempat terlempar keluar dari badan pesawat, yang pada akhirnya justru memudahkan tim untuk melakukan identifikasi,” jelasnya dengan suara berat.

Di tempat yang sama, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) yang digelar secara maraton dinyatakan resmi ditutup

Kepala Basarnas Banjarmasin, I Putu Sudayana, menyatakan bahwa penutupan operasi ini dilakukan setelah seluruh korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara, serta kotak hitam (black box) pesawat diserahkan secara resmi kepada Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Dengan diserahkannya kotak hitam ini kepada KNKT, maka operasi SAR untuk musibah jatuhnya helikopter di Kalsel secara resmi kami tutup pada hari ini,” tandas Sudayana.

Proses pencarian yang penuh dengan tantangan medan dan cuaca tersebut berlangsung selama kurang lebih 31 jam. Seluruh korban yang ditemukan dinyatakan telah meninggal dunia.

Helikopter BK117-D3 Eastindo Air mengangkut delapan penumpang, yang terdiri dari kru dan penumpang. Mereka adalah Capt Haryanto (pilot), Eng Hendra (kopilot), Mark Werren (WNA), Yudi Febrian, Andys Rissa Pasulu, Santha Kumar (WNA), Claudine Quito (WNA), dan Iboy Irfan Rosa. Tiga dari korban merupakan Warga Negara Asing (WNA), menandakan betapa dalamnya duka yang menyelimuti tidak hanya nasional, tetapi juga internasional.

Tragedi Helikopter Kalsel: Duka dan Proses Pemulangan Jenazah

Setelah proses identifikasi selesai, keluarga korban segera memutuskan untuk memulangkan jenazah. Oleh karena itu, Pemprov Kalsel pun segera mengkoordinasikan proses pemulangan ini. Mereka menyiapkan semua kebutuhan logistik dan dokumen untuk memastikan prosesi berjalan lancar.

Selain itu, Gubernur Muhidin juga menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan investigasi. “Kami akan terus berkoordinasi dengan KNKT untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan,” ujarnya. Sebagai bentuk transparansi, ia pun berjanji akan mengumumkan hasil investigasi kepada publik kelak.

Sementara itu, di lokasi kejadian, tim SAR sudah membersihkan seluruh area dari serpihan pesawat. Akibatnya, aktivitas warga sekitar mulai kembali normal. Namun, tentu saja, trauma mendalam masih terasa bagi banyak pihak.

Di sisi lain, perusahaan operator helikopter, Eastindo Air, juga menyampaikan pernyataan resmi. Mereka menyatakan akan bertanggung jawab penuh atas segala konsekuensi dari insiden ini. Selanjutnya, perusahaan akan memberikan santunan kepada seluruh keluarga korban sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Klik Disini