Waspada! Sindikat Pencuri Katalis Knalpot Beraksi di HST, Mobil Luxio Jadi Sasaran Utama
Banjar Express- Warga Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), khususnya pemilik kendaraan roda empat, diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Belakangan ini, Polres HST mencatat tren peningkatan aksi pencurian katalis konverter atau katalis knalpot yang terorganisir. Modusnya cepat dan tampaknya menargetkan model tertentu, dengan Daihatsu Luxio menjadi sasaran utama.

Baca Juga : Kemenangan Atas Chelsea Hanyalah “Awan Kelabu” Bagi Masa Depan Amorim Di MU
Kapolres HST, AKBP Jupri JHP Tampubolon, secara tegas mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan sejumlah kasus serupa yang terjadi di dua lokasi berbeda dalam wilayah hukumnya. “Saat ini, total sudah tujuh unit katalis knalpot yang dilaporkan hilang. Kami mengimbau masyarakat, terutama pemilik mobil Daihatsu Luxio, untuk ekstra berhati-hati dalam memarkir kendaraannya,” tegas Jupri dalam pernyataan resminya.
Mengapa Katalis Knalpot Jadi Incaran?
Bagi yang belum familiar, katalis konverter adalah komponen dalam sistem pembuangan kendaraan yang berfungsi menyaring gas beracun sebelum dikeluarkan ke udara. Nilainya yang sangat tinggi, jauh melampaui komponen knalpot biasa, membuatnya menjadi “harta karun” bagi para pencuri. Kapolres Jupri mengungkapkan, harga komponen ini bisa menyentuh angka Rp 18 juta per unit, tergantung model kendaraannya. Nilai jual kembali yang tinggi inilah yang mendorong aksi kriminal ini.
Kronologi Kejadian dan Modus Operandi
Berdasarkan laporan yang masuk, aksi pencurian ini dilakukan dengan cepat dan penuh perhitungan. Kasus pertama menimpa sebuah mobil operasional gudang rokok di Kecamatan Batang Alai Selatan. Dalam satu insiden, tidak tanggung-tanggung, lima katalis knalpot berhasil dicuri dari kendaraan tersebut.
Sementara itu, di Kecamatan Labuan Amas Selatan, aksi serupa menimpa mobil pengangkut Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang kehilangan dua unit katalis. Polisi menduga pelaku beroperasi pada malam hari atau di saat kendaraan diparkir dalam waktu lama di tempat yang sepi dan gelap. Dengan peralatan yang memadai, mereka dapat melepas komponen tersebut hanya dalam hitungan menit.
Penyelidikan Intensif dan Imbauan Penting bagi Warga
Tim penyidik Polres HST saat ini tengah mendalami kasus ini untuk mengungkap apakah ada jaringan terorganisir di balik rentetan aksi pencurian tersebut. “Kami telah mengerahkan personel untuk melakukan penyelidikan mendalam. Namun, peran serta masyarakat dalam pencegahan sangatlah krusial,” tambah Kapolres Jupri.
Sebagai langkah antisipasi, Kapolres HST memberikan beberapa imbauan penting kepada masyarakat:
-
Hindari Parkir di Tempat Sepi: Usahakan untuk memarkir kendaraan di tempat yang ramai dan memiliki pengawasan, baik oleh satpam maupun sistem CCTV.
-
Optimalkan Penerangan: Pastikan area parkir rumah, halaman, atau garasi memiliki penerangan yang memadai, terutama pada malam hari. Lampu sensor gerak bisa menjadi pilihan yang efektif.
-
Tingkatkan Sistem Keamanan: Pertimbangkan untuk menambahkan alat pengaman tambahan pada kendaraan, seperti knalpot pelindung (cage protector) yang membuat katalis lebih sulit dicuri.
-
Jaga Solidaritas Warga: Terapkan sistem ronda atau komunikasi yang baik dengan tetangga untuk saling mengingatkan dan menjaga keamanan lingkungan.
“Aksi pencurian ini bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Mari bersama-sama kita menjaga keamanan dan ketertiban. Kewaspadaan kita adalah langkah pertama yang paling efektif untuk memutus mata rantai kejahatan ini,” pungkas Kapolres Jupri mengakhiri pernyataannya.
Dengan meningkatnya kewaspadaan kolektif dan kerja sama yang erat antara masyarakat dan aparat kepolisian, diharapkan aksi kriminal ini dapat segera dihentikan dan pelakunya dibawa ke depan hukum.



