BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

Suasana Meriah Warnai Pembukaan FASI XIII di Tabalong, Ratusan Anak Ikuti Defile Penuh Warna

Suasana Meriah Warnai Pembukaan FASI XIII di Tabalong, Ratusan Anak Ikuti Defile Penuh Warna

Semarakkan Tabalong Religius, FASI XIII Dibuka dengan Defile Ratusan Anak yang Meriah

BanjarExpress– Suasana di Halaman Pendopo Bersinar, Pembataan, pada Senin pagi (25/8/2025) begitu berbeda. Langit Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, seakan disinari oleh ceria dan semangat ratusan generasi mudanya. Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) ke-XIII tingkat kabupaten resmi dibuka dengan sebuah gelaran yang penuh khidmat dan keceriaan, menandai dimulainya ajang pembinaan karakter dan bakat anak-anak muslim yang paling dinanti.

Pembukaan festival yang berlangsung selama dua hari (25-26 Agustus 2025) ini dilakukan secara langsung oleh Bupati Tabalong, HM Noor Rifani, didampingi oleh Wakil Bupati, Habib Muhammad Taufani Alkaf. Kehadiran pimpinan daerah tersebut menunjukkan perhatian serius pemerintah dalam mendukung penguatan pendidikan agama dan karakter sejak dini.

Klik Disini

Dibuka dengan Balon Harapan dan Defile Penuh Warna

Upacara pembukaan dilakukan dengan simbolis dan penuh makna. Bupati dan Wakil Bupati bersama para pejabat menerbangkan balon-balon ke angkasa, sebuah metafora indah untuk melepas harapan dan cita-cita besar bagi anak-anak Tabalong agar meraih masa depan yang gemilang.

Suasana Meriah Warnai Pembukaan FASI XIII di Tabalong, Ratusan Anak Ikuti Defile Penuh Warna
Suasana Meriah Warnai Pembukaan FASI XIII di Tabalong, Ratusan Anak Ikuti Defile Penuh Warna

Baca Juga: Perempuan Berpakaian Hitam Berdiri di Tengah Jalan Gelap

Namun, momen yang paling menyita perhatian adalah defile panjang yang mengawali rangkaian acara. Ratusan anak dari berbagai penjuru kecamatan di Tabalong berjalan berbaris dengan penuh percaya diri. Mereka tidak sekadar berjalan; mereka adalah representasi semangat dan identitas keislaman yang kental. Para peserta defile tampil dengan kostum bernuansa islami yang kreatif dan penuh warna. Ada yang mengenakan gamis dan peci putih bersih, ada yang memakai baju koko dengan sarung songket khas Kalimantan, sementara yang lain memadukan jilbab dengan aksesoris bunga yang mempermanis penampilan.

Suasana semakin meriah ketika para anak-anak ini melintas di depan podium kehormatan. Dengan senyum sumringah, mereka tak lupa melambaikan tangan kepada Bupati, Wakil Bupati, dan para tamu undangan yang menyambut mereka dengan tepuk tangan gemuruh. Sorak sorai pendukung dari masing-masing kecamatan menambah hangat dan semangat pagi itu, menggambarkan kebersamaan dan sportivitas yang positif.

Komitmen Membangun Generasi Qur’ani di Bumi Saraba Patanga

Dalam sambutannya, Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Tabalong, H. Padhli, memaparkan bahwa FASI XIII tahun ini diikuti oleh 957 peserta, sebuah angka yang membuktikan antusiasme yang luar biasa.

“Pelaksanaan lomba dalam FASI ini dilakukan dengan dua cara, secara online dan offline atau langsung,” jelas H. Padhli. Untuk lomba yang digelar secara online seperti Lomba Tartil TPA, Ceramah TPA, Ceramah TQA, Azan TPA, dan Tilawah TQA, telah dilakukan sebelumnya. “Sedangkan yang offline dilaksanakan langsung hari ini di beberapa tempat dengan jumlah peserta sebanyak 610 orang,” tambahnya.

Lebih dari sekadar angka dan kompetisi, H. Padhli menekankan esensi FASI yang jauh lebih dalam. “FASI merupakan momentum strategis untuk membangun generasi Qur’ani, anak-anak yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, dan kuat secara spiritual,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Ia juga menyelaraskan kegiatan ini dengan visi besar Kabupaten Tabalong. “Dalam konteks visi Kabupaten Tabalong yang religius, kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membumikan kecintaan kepada Al-Qur’an dan nilai-nilai Islam sejak usia dini.” Komitmen BKPRMI sebagai garda terdepan dalam pembinaan generasi muda Islam pun ditegaskannya kembali.

Beyond Lomba: Wadah Pendidikan Karakter dan Bibit Duta Baru

FASI XIII bukan sekadar ajang untuk memperebutkan piala dan medali. Event dua tahunan ini telah bertransformasi menjadi wadah pendidikan karakter yang berkelanjutan. Di sini, nilai-nilai seperti kejujuran, sportivitas, percaya diri, dan kerjasama dikedepankan. Setiap ayat Al-Qur’an yang dilantunkan, setiap ceramah yang disampaikan, dan setiap perlombaan yang diikuti adalah bagian dari proses pembelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Tak hanya itu, H. Padhli juga menyebut FASI sebagai lahan pencarian bibit unggul. “FASI adalah bibit baru yang akan mengisi nantinya sebagai duta kafilah MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) Kabupaten Tabalong di masa yang akan datang,” ujarnya. Dari festival inilah, calon-calon qari dan qariah, dai cilik, dan penghafal Al-Qur’an masa depan Kabupaten Tabalong bermula. Mereka adalah investasi terbesar bagi masa depan daerah yang religius dan berakhlak mulia.

Dengan semaraknya pembukaan FASI XIII ini, Kabupaten Tabalong kembali meneguhkan komitmennya untuk tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun manusia yang berkarakter kuat, berlandaskan iman dan taqwa. Suara lantang anak-anak yang mengumandangkan ayat suci dan defile mereka yang penuh warna adalah musik terindah yang mengiringi langkah Tabalong menuju masa depan yang gemilang dan religius.

Klik Disini